Biaya variabel adalah biaya yang harus diperhatikan dan juga dipahami dalam menjalankan suatu usaha. Sangat diperlukan untuk Anda memahami mengenai apa itu biaya variabel.

Karena, biaya variabel akan sering dipakasi apabila usaha Anda melakukan suatu produksi atau proyek. Untuk itu, Chatat.id telah membahasnya secara detail pada artikel ini. Yuk simak bersama!

Apa Itu Biaya Variabel?

Apa Itu Biaya Variabel?

Secara umum, biaya variabel adalah biaya pada usaha atau bisnis yang dapat berubah secara proporsional berdasarkan produksi yang dikeluarkan oleh usaha itu sendiri. Biaya tersebut akan mengalami kenaikan dan juga penurunan tergantung dengan jumlah produksi atau volume penjualan bisnis.

Jadi, Anda harus mengeluarkan biaya variabel yang tinggi saat produksi meningkat. Juga sebaliknya, biaya variabel akan menurun apabila proses produksi pada usaha menurun atau tidak memproduksi banyak barang.

Dalam proses produksi, Anda dapat mengelompokan biaya variabel sebagai biaya langsung (direct cost). Tetapi pada luar proses produksi, tidak semua biaya variabel dapat masuk ke biaya langsung.

Baca Juga : Pengertian Produksi, Kegiatan, Proses & Contohnya

Biaya variabel dapat dihitung sebagai jumlah biaya marginal (marginal cost) dari semua barang yang diproduksi. Biaya variabel juga biasannya disebut sebagai biaya unit-level atau biaya tingkat level karena biaya variabel tersebut berubah nominal berdasarkan jumlah unit yang diproduksi.

Biaya marginal disini adalah peningkatan biaya total dari satu unit hasil produksi. Contohnya adalah sebagai berikut, sebuah usaha melakukan proses produksi yang menghasilkan sebanyak 200 unit, maka besar biaya tambahan yang digunakan untuk meningkatkan hasil produksi menjadi 201 unit itu disebut sebagai biaya marginal.

Dari sini, bisa dilihat bahwa karena biaya tetap tidak berubah saat terdapat biaya output, maka biaya marginal adalah perubahan biaya variabel.

Fungsi Biaya Variabel

Fungsi Biaya Variabel

Berikut adalah beberapa fungsi pada biaya variabel, yaitu :

1. Membantu Dalam Pengendalian Biaya Perusahaan

Keberadaan biaya variabel dapat membantu Anda untuk memisahkannya dari biaya tetap pada laporan keuangan. Dengan pemisahan tersebut, usaha Anda dapat fokus pada perilaku biaya tetap.

2. Membantu Merencanakan Penentuan Laba Jangka Pendek

Sebuah data biaya yang sudah dipisahkan berdasarkan perilaku dan juga pada perubahan volume produksi dapat membantu usaha Anda untuk dapat menentukan laba berjangka pendek.

3. Menetapkan Penilaian Efektifitas Produksi Barang

Anda dapat menetapkan penilaian terhadap efektifitas suatu produksi barang yang sedang berlangsung. Anda juga dapat selain itu untuk melakukan pertanggungjawaban terhadap departemen lain dengan mudah.

Contoh Biaya Variabel

Contoh Biaya Variabel

Berikut merupakan contoh yang termasuk biaya variabel adalah sebagai berikut.

1. Biaya Bahan Baku

Contoh biaya variabel yang pertama adalah biaya bahan baku produksi. Dimulai dari esensialnnya barang yang diproduksi sampai ke pengemesannya.

Biaya bahan baku wajib dikeluarkan sesuai dengan jumlah produksi yang diinginkan oleh suatu bisnis atau usaha pada dalam suatu periode tertentu, sehingga hal tersebut dapat dikategorikan sebagai biaya variabel.

2. Biaya Tenaga Kerja atau Upah

Contoh biaya variabel berikutnya adalah biaya tenaga kerja atau upah. Biaya ini merupakan upah yang diberikan atau dibayarkan dari suatu usaha kepada pekerja yang mempunyai hubungan langsung dengan suatu proses produksi.

Pekerja tersebut akan dibayar berdasarkan setiap unit produk yang diselesaikan atau yang telah dijual, biaya ini meningkat dan menurun seiring dengan berjalannya laju produksi.

3. Biaya Distribusi Barang

Contoh biaya variabel berikutnya adalah biaya distribusi barang. Yang dimaksud pada biaya distribusi barang disini adalah biaya yang digunakan untuk pengiriman produk ke seseorang distributor sampai kepada konsumen.

Dikarenakan biaya distribusi barang digunakan untuk pengiriman, maka biaya ini juga menghitung biaya bensin, biaya pengemudi, dan lain sebagainnya.

4. Upah Lembur Tenaga Kerja

Biaya ini masuk ke dalam biaya variabel, karena tidak setiap karyawan bekerja lembur pada waktu tertentu saja, seperti sedang mengejar target yang penting dan dibutuhkan segera.

5. Komisi Penjualan

Beberapa usaha memberlakukan sebuah komisi atau lebih dikenal sebagai bonus. Hal ini dikarenakan, jumlahnya bergantung pada berapa banyak berhasilnnya penjualan produk yang dilakukan divisi pemasaran, maka dari itu komisi penjualan dianggap sebagai biaya variabel.

6. Biaya Overhead

Contoh biaya variabel ini berhubungan dengan segala biaya yang tidak dapat dimasukan secara rinci ke laporan keuangan. Contohnya seperti biaya beli alat tulis, cetak dokumen, konsumsi harian, dan hal lain sebagainya.

Cara Menghitung Biaya Variabel

Cara Menghitung Biaya Variabel

Nah, tentunya Anda perlu untuk mengetahui cara menghitung biaya variabel dengan menggunakan rumusnya. Dibawah ini akan dibahas lebih lanjut secara detail bagaimana cara menghitung biaya variabel beserta contoh soalnya.

Rumus Biaya Variabel

Rumus biaya variabel adalah:

VARIABLE COST = (TOTAL COST - FIXED COST) / QUANTITY

Contoh Soal Biaya Variabel dengan Rumus

Per Maret 2020, seseorang pengusaha bernama Yusuf mengeluarkan biaya produksi sebesar  Rp 65.000.000 (Enam Puluh Lima Juta Ribu Rupiah), dengan tagihan fixed cost sebesar Rp 6.000.000 (Enam Juta Rupiah). Pada bulan tersebut, usaha Yusuf berhasil memproduksi sebanyak 1000 (seribu) unit barang.

Maka dari kasus tersebut, Anda dapat menghitung biaya variabelnnya sebagai berikut :

Biaya variabel Maret 2020 Yusuf

= (Rp 65.000.000 - Rp 6.000.000) / 1000

= Rp 59.000.000 / 1000

= Rp 59.000

Dari perhitungan tersebut, kita bisa simpulkan bahwa biaya variabel Yusuf per Maret 2020 sebesar Rp 59.000 per unit barang.

Sekarang Anda sudah lebih mengetahui mengenai apa itu biaya variabel dan cara menghitungnya. Dengan begitu, Anda dapat dengan mudah menghitung biaya variabel untuk usaha Anda.

Otomatisasi usaha Anda dengan menggunakan aplikasi laporan keuangan otomatis dari Chatat.id. Anda dapat lebih fokus untuk mengembangkan usaha dengan bantuan aplikasi laporan keuangan.

Baca Juga : Aplikasi Kasir Gratis untuk Memudahkan Usaha