Biaya tetap adalah salah satu hal penting pada akuntansi. Istilah ini juga umum dijalankan dalam suatu usaha bahkan perusahaan. Biaya tetap dalam penggunaannya juga dapat disebut dengan fixed cost.

Untuk Anda yang mungkin belum memahami pengertian biaya tetap, atau ingin mengetahuinya lebih lanjut, Chatat.id telah merangkumnya secara detail disertai dengan contoh dan cara menghitungnya dalam artikel ini. Mari simak bersama penjelesannya!

Pengertian Biaya Tetap

Pengertian Biaya Tetap

Biaya tetap adalah suatu biaya yang wajib dikeluarkan oleh usaha secara terus-menerus dalam keadaan yang tetap atau konstan, dalam artinya biaya tersebut tidak akan mengalami suatu perubahan.

"Biaya tetap adalah suatu biaya-biaya yang tidak bergantungan dengan pada tingkat output suatu usaha."

Biaya tetap tidak akan dipengaruhi oleh berbagai perubahan aktivitas yang dilakukan oleh suatu usaha. Baik usaha mengalami peningkatan atau penurunan jumlah barang dan jasa yang dihasilkan, tetap saja tidak akan berubah.

Segala biaya yang tergolong biaya tetap harus selalu dibayarkan oleh usaha meskipun sedang tidak menghasilkan barang atau jasa.

Jenis Biaya Tetap

Jenis Biaya Tetap

Secara umum terdapat dua jenis biaya tetap, yaitu committed fixed cost dan discretionary fixed cost. Berikut adalah penjelasan mengenai jenis biaya tetap secara detail:

1. Committed Fixed Cost

Committed fixed cost adalah biaya yang dikeluarkan dengan tujuan untuk menjaga keberadaan dan kestabilan suatu usaha. Hal ini berkaitan dengan investasi pada fasilitas dan struktur organisasi usaha. Contohnya seperti biaya listrik dan air, sewa toko dan hal lain sebagainya.

Ciri-ciri biaya tetap pada committed fixed cost adalah ia bersifat jangka panjang, hal itu berarti tidak dapat dikurangi secara tiba-tiba dalam jangka pendek tanpa mempengaruhi kegiatan usaha secara serius. Karena itu, diperlukan suatu kehati-hatian dalam perencanaan pada biaya ini.

Dalam pengeluaran biaya ini, suatu pertimbangan rencana kapasitas produk dan penjualan pada usaha yang dijalankan untuk beberapa tahun kedepan sangat diperlukan. Karena sulit untuk manajemen mengubahnya apabila biaya tersebut sudah diputuskan.

2. Discretionary Fixed Cost

Jenis biaya tetap ini dikeluarkan berdasarkan kebijakan manajemen usaha. Biaya ini juga dikeluarkan pada saat tertentu saja yang dihilangkan atau dikurangi tanpa adanya dampak pada laba yang dihasilkan usaha.

Contoh biaya tetap ini adalah biaya pemasangan iklan, pelatihan karyawan, biaya asuransi, dan hal lain sebagainya.

Beda dari committed fixed cost, jenis biaya tetap ini mempunyai ciri-ciri bersifat jangka pendek dan dapat diubah apabila ada situasi yang memerlukannya seperti di luar perhitungan manajemen.

Baca Juga: Contoh Laporan Laba Rugi & Cara Menghitung Laba Usaha

Fungsi Biaya Tetap

Fungsi Biaya Tetap

Karena biaya tetap merupakan salah satu faktor penting dalam usaha, maka tentunya ada beberapa fungsi-fungsinya, yang antara lain adalah :

  • Dapat membantu usaha untuk mengetahui apakah sudah balik modal atau belum.
  • Menentukan perolehan laba dalam jangka waktu yang lebih panjang dibandingkan dengan biaya variabel.
  • Menentukan total dari biaya tetap bersamaan dengan biaya variabel.
  • Dapat dijadikan sebagai pedoman untuk perencanaan pengeluaran berikutnya.
  • Menjadi dasar perhitungan Harga Pokok Penjualan.

Contoh Biaya Tetap

Contoh Biaya Tetap

Ada beberapa contoh biaya tetap yang dapat membantu Anda untuk memahami lebih jelas mengenai biaya tetap, contohnya adalah sebagai berikut :

  • Asuransi; contoh biaya tetap yang pertama adalah asuransi. Biaya yang wajib dibayarkan secara berkala perihal kontrak asuransi. Sebuah usaha akan menggunakan asuransi untuk berikaitan dengan kegiatan yang dilakukan untuk menghadapi segala resiko kegiatan operasional.
  • Biaya penyusutan; secara nilai biasanya alat produksi mengalami penyusutan karena fungsinya yang ikut menyusut seiring berjalannya waktu. Karena itu, alat-alat produksi tersebut perlu untuk diperbaharui apabila sudah mengalami kerusakan.
  • Pajak; segala tipe bisnis dan usaha di Indonesia diwajibkan oleh pemerintah untuk membayar pajak secara rutin. Apabila tidak dilakukan, maka bisa dikenakan sanksi dan denda.
  • Gaji; hal ini diberikan kepada setiap karyawan yang kerja pada suatu usaha dengan jumlah yang tetap biasanya, biasanya dilakukan setiap bulan.
  • Biaya sewa; merupakan sebuah biaya yang harus dibayarkan usaha perihal penyewaan gedung atau real estate.
  • Utilitas; yang dimaksud utilitas disini adalah biaya-biaya lain seperti tagihan internet, telepon, listrik, dan hal lain sebagainya.
  • Beban bunga; contoh biaya tetap yang terakhir adalah beban bunga. Usaha yang dijalankan biasanya juga perlu melakukan pinjaman yang dibebankan bunga. Beban bunga tersebut akan menjadi biaya yang dikeluarkan oleh usaha sampai semua utangnya bisa terbayar.

Rumus Biaya Tetap

Rumus Biaya Tetap

Dalam menentukan biaya tetap, pastinya ada sebuah rumus yang perlu diikuti untuk dapat menghitungnya.

Rumus menghitung biaya tetap adalah:

FIXED COST (FC) = TOTAL COST (TC) - (UNIT VARIABLE COST (UVC) x QUANTITY)

Contoh Soal Biaya Tetap

Per Agustus 2020, PT Halo Cahaya menghabiskan sebesar Rp 750.000.000 biaya produksi dengan banyaknya produksi 30.000 barang dan biaya variabel sebesar Rp 20.000 per produk.

Dari situ kita bisa aplikasikan rumus biaya tetap seperti ini :

= Rp 750.000.000 -  (30.000 x Rp 20.000)

= Rp 750.000.000 - Rp 600.000.000

= Rp 150.000.000

Dari perhitungan tersebut, dapat disimpulkan bahwa biaya tetap PT Halo Cahaya pada Agustus 2020 sebesar Rp 150.000.000

Itulah pembahasan mengenai pengertian biaya tetap serta cara menghitung dan contohnya untuk menjalankan usaha. Chatat.id sebagai aplikasi laporan keuangan usaha dan aplikasi kasir, selalu memberikan informasi terbaru dan menarik untuk membantu membangun usaha Anda.

Baca Juga: Kenali Pengertian & Cara Menghitung Biaya Variabel